Bali memang terkenal dengan cita rasa makanan yang pedas. Tidak terkecuali dengan Sate, yup, Sate Plecing, salah satu makanan khas Bali yang jadi incaran para pecinta rasa pedas.

Di Bali, tepatnya di Jl. Arjuna, Denpasar, ada sebuah kedai sate yang sangat terkenal. setiap hari, tempat ini selalu penuh oleh turis domestik dan penduduk lokal. Namanya Sate Plecing Arjuna. sepertinya kebanyakan dari kalian, terutama para foodies pasti sudah pernah dengar nama tersebut.

Nggak kelewatan dengan kami, sudah sering dengar tempat makan yang satu ini. Tapi jujur, kami belum pernah coba. hehehe.. Makanya begitu ada kesempatan untuk bisa makan siang di daerah Denpasar, kami berdua langsung sepakat untuk mencoba makan di warung makan yang satu ini.

SATE PLECING ARJUNA
Jl. Arjuna No.47, Denpasar Utara,
Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80232, Indonesia
Telp: +62 361 222504
Buka setiap hari pk. 09.00 – 15.00

IMG_20170226_122358

Kalau datang ke sini, lebih enak pakai motor, soalnya nggak ada tempat parkir khusus, parkirannya cuma di pinggir jalan aja dan gk terlalu lebar jalannya. daripada sebelum makan sudah bergumul dengan parkiran, nanti selera makan jadi hilang. 🙂

Setelah parkir, perjuangan berikutnya adalah antrian. hehehe.. kalau sudah jam makan siang, maka sudah pemandangan biasa kalau ada beberapa pelanggan yang terpaksa berdiri menunggu giliran dapat tempat. Tidak terkecuali kami. setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya kami dapat tempat duduk. Lagi, perjuangan berikutnya, kami harus menunggu cukup lama sampai makanan yang kami pesan tersedia di meja. (termasuk minuman). mungkin saya pikir ini salah satu masalahnya, pelayanan cukup lambat, sehingga turnover pelanggan juga lambat, akibatnya kadang antrian jadi menumpuk. (ataukah ini strategi ???)

setelah sekitar 40 menit kami menunggu, akhirnya datang juga makanan dan minuman yang kami pesan.

1.Sate Babi Plecing

Sate Plecing

 

Ini menu andalan, ya sesuai nama tempatnya, Sate Plecing.
Daging satenya dibumbui manis seperti sate babi manis ala chinese food, dengan aroma lengkuas dan ketumbar yang menggoda. lalu disajikannya dengan sambal plecing yang gurih, sedikit asin, dan pedas tentunya. Aroma sambalnya juga khas, sepertinya menggunakan kemiri, terasi, dan sedikit jeruk limau mungkin?
Daging satenya juga empuk, Rasanya, kalau tidak memikirkan kondisi badan yang sedang menjaga pola makan, Okta bisa saja makan 50 tusuk sekaligus. hahahaha..

Menu berikutnya,

2.Sate Babi Manis dan Sate Sumsum

Sate Babi Manis & Sate Sumsum

Sate Babi Manis, daging satenya sebenarnya sama saja dengan sate babi plecing, hanya saja disajikan berbeda dengan bumbu manis yang kental. seperti bumbu siobak singaraja. untuk rasa bumbu manisnya, menurut kami tidak ada yang spesial. kami memilih untuk menyantap sate ini tanpa bumbunya, karena daging satenya sendiri sudah enak. dan bumbu atau saus manisnya menurut kami malah sedikit menutup rasa dan aroma sate babi yang sudah enak tersebut.

Untuk sate sumsumnya, teksturnya cukup enak, bagian luarnya kering dan membuat sedikit kenyal, namun bagian dalamnya ketika dimakan, teksturnya lembut. dimakan dengan bumbu plecing? Nikmatttt…

3.Bakso kuah

Bakso Kuah

Menu yang satu ini, buat kami sangat biasa saja. Untuk bakso nya sendiri, rasa dan teksturnya cukup ok, tapi kuahnya sangat biasa, tidak ada yang spesial, bumbunya tidak kuat, dan kaldunya tidak berasa. Tapi beberapa orang mendapati menu yang satu ini enak untuk dimakan bersama sate yang pedas. Selera lah ya.

ok, sedikit catatan, makan di sini, fokus saja menikmati makanan yang disajikan. dijamin kamu puas setelah mencoba rasa satenya yang memang enak. Tapi kalau dari sisi pelayanan, memang menurut saya selain lama, pegawai- pegawai yang bersihin meja juga sangat tidak ramah. tapi yasudahlah, kita fokus saja sama makanannya.. hehehe…

 
SPOILER:
Kalau kamu perhatikan, di setiap tusuk sate nya, bagian daging sate paling bawah adalah lemaknya. Ini yang membuat aroma sate menjadi harum saat di bakar, dan tentunya seperti bonus luar biasa di setiap tusuk satenya, membuat daging sate dimulut terasa lembut dan meleleh di mulut. Jargon save the best for last, tampaknya cocok, tapi ini bahkan ada bagian terbaik di setiap tusuknya. 🙂 yummy..

 

Bonus:
Setelah selesai makan di Sate Plecing Arjuna, kami iseng lagi makan sedikit camilan yang memang sudah menggoda kami sejak kami sampai. Di seberang Sate Plecing Arjuna, ada warung Lumpia Semarang dan Tahu Sumedang. Rasanya lumayan enak. Cocok untuk pembuka, atau penutup setelah makan Sate Plecing kalau masih kurang kenyang. Lumpia khas Semarang dengan isi sayur rebung, dimakan dengan bumbu kental manis dan daun bawang mentah serta cabai rawit. enaakkk…

 

Lumpia Semarang
Lumpia Basah & Lumpia Goreng khas Semarang
Advertisements