Siapa yang tidak kenal ayam betutu khas Bali, rasanya hampir semua penikmat kuliner di Indonesia familiar banget dengan masakan yang satu ini. Waktu kami melakukan perjalanan ke Bali, Ayam Betutu menjadi salah satu menu yang masuk dalam daftar makanan yang harus kami coba.

Berhubung melakukan perjalanan via darat, seorang sahabat memberikan rekomendasi untuk mampir ke Ayam Betutu khas Gilimanuk Men Tempeh yang lokasinya ada di Gilimanuk. Kebetulan mau nggak mau kami akan melewatinya setelah menyeberang menggunakan Fery dari Ketapang ke Gilimanuk. Jadilah kami nggak sabar untuk mencicipinya.

Namun seperti cerita perjalanan kami sebelumnya, Apa daya, kami sampai terlalu malam, dan kami masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan denger-denger katanya ayam betutu disini pedassss.. maka kami putuskan untuk skip..

Ini salah satu penyesalan kami. Jarang-jarang kami lewat Gilimanuk, karena biasanya kami melakukan perjalanan dari dan ke Bali menggunakan jalur udara alias pesawat. Dan dari tempat kami tinggal untuk ke Gilimanuk harus menempuh perjalanan tidak kurang dari 3 jam.

Makanya, belajar dari kesalahan kami, buat kalian yang datang ke Bali melalui jalur darat, jangan lupa mampir ke tempat yang satu ini. 🙂

OK, pada kesempatan lain, saat kami jalan-jalan ke Denpasar, ternyata Ayam Betutu Men Tempeh ini sudah buka cabang di Denpasar, tepatnya di Krisna Food Galery & Resto, Jl. Diponegoro 146, Denpasar – Bali.

Nggak pake pikir panjang, langsung saja kami mampir. Tempatnya sangat besar, bisa menampung hingga lebih dari 200 orang loh. Interior didominasi dengan furniture berbahan kayu dan foto-foto klasik Bali pada dinding. Ada beberapa meja dengan model lesehan. Di tambah musik tradisional Bali yang mengalun lembut, wah, suasananya bali banget deh.

Nah, tempat ini bisa jadi tujuan kalian nyobain Ayam Betutu Men Tempeh, tanpa harus jauh-jauh ke Gilimanuk, terutama buat kalian yang travelling ke Bali menggunakan pesawat dan rencana travelling hanya disekitaran Bali Selatan.

Ini dia pesanan kami, standar saja, menu khas mereka, yaitu Ayam Betutu.

photogrid_1473597627876
Ayam Betutu khas Gilimanuk

Ini dia signature dish nya. Ayam betutu.

Ayam betutu disajikan dengan plecing, kacang, dan tentunya sambal matah.

Ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Bumbu khas Bali yang digunakan, meresap hingga ke dalam daging. Rasa kunyit, lengkuas dan serai adalah rasa yang pertama kali tertangkap oleh kami.  Daging ayamnya empuk dan lembut, tentu saja karena mungkin dimasak dalam waktu yang cukup lama. Rasa pedas tentu menjadi bagian penting dalam makanan yang satu ini. Kami memang penggemar rasa pedas, apalagi si Ellys yang rasanya tidak bisa hidup tanpa sambal. (makanya tiap harga cabe rawit lagi naik, pasti dia ikut pusing. hehe..)

Makan daging ayam betutu, sesekali menggambil plecing membuat semangat makan semakin bertambah. Apalagi sambal plecingnya memang pedasss. Sedikit kuah di siram ke atas nasi, lalu daging ayam di cocol sambal matah, kemudian di makan bersama. wuihhh.. sedappp.. sambil sesekali makan kacang goreng untuk menetralisir rasa pedas dan sebagai variasi tekstur makan. (biar ada garing-garingnya, maklum kami ini orang Indonesia yang sering makan dengan sambal dan kerupuk. 😀

Sebagai tambahan, kami pesan juga menu yang satu ini.

photogrid_1473597496099
Sate Lilit dengan Lawar

Kami pesan paket sate lilit yang disajikan dengan lawar (sejenis urap), kacang, dan sambal matah. Sate-nya lezat juga. Tekstur dagingnya kenyal, bumbu seperti kencur, dan sereh terasa kuat, namun tetap seimbang dengan bumbu-bumbu lainnya. Lawarnya juga sedap, sayurannya masih terasa segar dan crunchy.

Setelah makan pedas, kami minum segelas teh hangat untuk mempercepat hilangnya rasa pedas yang membuat lidah menari-nari.

Buat yang nggak terlalu suka pedas, bisa juga cobain Ayam Betutu Goreng.

Kami belum coba seh, tapi kelihatannya cukup enak. Lain kesempatan, pasti akan kami coba.

Harga untuk satu paket ayam betutu setengah ekor, kira-kira hanya sekitar 50rb-an.

So, buat kalian penggemar pedas, kalau ke Bali, jangan lupa ya makan menu khas Bali yang satu ini. (Okta & Ellys)

 

NB: Ayam betutu Men Tempeh ini, di cabang utamanya di Terminal Gilimanuk, sudah di buka sejak 1976. Men Tempeh alias Ni Wayan Tempeh yang berasal dari Gianyar, bersama suaminya I Nyoman Suratna mulai berjualan Ayam Betutu sebagai pelopor masakan ayam betutu dengan bumbu yang super pedas. Setelah meninggal, akhirnya usaha ini diteruskan oleh anak-anaknya hingga sekarang. Di sepanjang jalan dekat pelabuhan Gilimanuk, terdapat beberapa warung makan serupa dengan label Men Tempeh juga, yang kabarnya di buka oleh para mantan karyawan dan kerabat Men Tempeh.

 

 

Advertisements