Hi Readers, Kali ini kami mau berbagi cerita soal pengalaman makan di sebuah warung di daerah Sanur.

Awalnya gara-gara seorang anggota arisan BPJS gak ada kerjaan dan buka-buka instagram. Eh, nongol deh satu photo post kepiting yang keliatannya enak.. Baca caption, katanya enak dan harganya gak terlalu mahal. Kriteria yang kedua ini lah yang lebih menarik dan penting buat para anggota arisannya si Ellys. Akhirnya nggak pake lama, diputuskan lah pergi makan siang bareng.

Hari minggu, cukup cerah, jalan menuju warung yang satu ini cukup lancar. Bermodal sebuah smartphone dengan koneksi internet dan aplikasi google maps, hanya sekitar 20 menit, akhirnya kami sampai di sebuah warung makan yang letaknya 50 meter di dalam sebuah gang yang ukurannya pas dilalui satu mobil.

Ini dia tempatnya,

IMG_20170219_141118.jpg
Warung Pan Kuncung, Sanur – Bali

Warung Pan Kuncung ini menyediakan beberapa macam masakan Seafood. diantaranya Kepiting (ini yg spesialnya), Cumi, Ikan, Udang, dan Gurita.

Tempatnya tidak terlalu besar. Seating capacity-nya mungkin hanya sekitar kira-kira 25-30 orang. Designnya sangat sederhana seperti warung depan rumah biasa. Kami sampai di lokasi tepat pukul 12 siang. Pas dengan jam buka Warung Pan Kuncung ini. dan kami adalah customer pertama yang datang. 🙂

OK, waktunya pesan makanan. Menu yang dijual cukup banyak, tapi yang kami coba adalah beberapa menu yang pertama kali timbul di dalam pikiran kami sebagai menu yang enak. So, kami pesan beberapa menu berikut:

IMG_20170219_125041.jpg
Kepiting Spesial Pan Kuncung (40k)

Menu yang satu ini adalah menu andalan di sini. Kepiting yang dipakai adalah kepiting bakau. dimasak sederhana dengan bumbu khas Bali Kesuna Cekuh  (bawang putih dan kencur) serta di tambah saus spesial rahasia yang rasanya mirip seperti sambal bangkok. Manis, Pedas, Gurih, dan Aromatik menjadi citarasa yang patut diacungi jempol. Buat Okta yang memang suka dengan rasa pedas manis, menu yang satu ini jadi favorit.

Oh ya, sebagai catatan, Warung yang satu ini tidak selalu dapat kepiting yang bisa dijual, kadang-kadang hanya sedikit saja. Jadi, buat kamu yang pertama kali datang dan memang mengincar menu yang satu ini, silakan datang lebih awal. Karena bisa saja kamu kehabisan.

Tapi kalau memang kehabisan, jangan bersedih, masih banyak menu lain yang nggak kalah enak.

img_20170219_125122
Kepiting Kuah (30k)

Menu Kepiting yang satu ini jadi favorit Ellys dan beberapa anggota BPJS lainnya. Tapi memang seh, kuahnya itu seger. Rasa bumbu pada kuah tidak terlalu berat, tapi tetap nikmat. Maknyuss… cocok banget makan di siang hari. Bikin semangat baru untuk melewati hari. dan harganya, cuma 30 ribu rupiah. jarang-jarang kan bisa makan kepiting dengan harga segini. hihi..

img_20170219_125251
Sop Ikan (30k)

Sop Ikan, menu buat kalian yang takut kolesterol atau alergi kepiting. 🙂

Ikannya segar, tidak bau amis, dan dagingnya cukup lembut. Rasa kuahnya tidak jauh beda dengan Kepiting Kuah, hanya saja rasanya lebih light  dan memang terlihat lebih bening.

Lanjut,

img_20170219_125032
Cumi Saos Asam Manis (25k)

Tingkat kematangan bagus, cuminya jadi tidak alot dan tidak amis. Untuk sausnya, rasaya seperti menggunakan saus bangkok ditambah dengan irisan timun dan tomat. Rasa saus cukup seimbang antara manis, pedas, asin dan asam.

 

img_20170219_125214
Gurita Goreng (20k)

Gurita yang dimasak dengan bumbu bali kesuna cekuh ini juga menjadi salah satu menu favoritnya Okta. Rasanya sulit dijelaskan, tapi memang enak. dan guritanya kenyal tapi tidak keras atau tidak juga alot. Masih mudah untuk dikunyah. lagipula, potongan gurita nya kecil-kecil, jadi mudah saja memakannya.

img-20170219-wa0016
Ikan Goreng Saos Bangkok (50k / 70k)

Tadinya perut sudah terasa penuh setelah makan banyak. Tapi melihat menu yang satu ini diantarkan ke meja sebelah, ternyata mata masih lapar. Setelah berunding dengan beberapa teman, akhirnya nambah lagi menu yang satu ini.

Ikan yang dipakai adalah Ikan Jangki. Ikan digoreng kering, lalu disiram dengan Saos Ala Pan Kuncung. Seperti biasa, saos asam manis dengan irisan timun dan tomat. Gak nyesel pesan menu yang satu ini. Renyah di luar, garing dan lembut di dalam. Ikan yang durinya tidak terlalu banyak ini, memang enak setelah digoreng garing, lalu disiram dengan saus.

Beruntung dapet telur ikan di dalamnya. Jadi makin gak nyesel walaupun mengingat berat badan akan semakin bertambah. hahaha.. Untuk harga, tergantung dari ukuran. kadang kalau agak kecil, harganya 50 ribu rupiah, tapi kalau agak besar maka harganya menjadi 70 ribu rupiah.

Kenyang, tinggal menu penutup.

Kami pesan menu yang belakangan ini lagi hits. yaitu rujak rambutan. yeayy..

img_20170219_124440
Rujak Rambutan

Memang setelah makan seafood, enak aja deh makan buah yang seger seperti ini. Rambutan dengan cabe rawit dan jeruk sambal, ditambah gula dan sedikit garam. Mantappp…

Akhirnya selesai juga acara makan-makan kami. setelah 2 jam makan (lama yach…) kami pun pulang dengan wajah gembira dan perut sukacita. Eits, sebelumya kami mampir dulu ke warung sebelah, ternyata ada yang jualan tuak. lumayan buat di bawa pulang. hehe.. buat kalian yang mau beli minuman keras, harus ingat ya, minum dengan bertanggung jawab.

Next, kalau balik kesini, kami sudah bikin catatan neh,
mau coba lawar guritanya, kakul pedas, dan steak ayam yang harganya cuma 15 ribu saja. hehehe.. Semoga terwujud. (Okta & Ellys)

 

NB: Ini dia penampakan Warung Pan Kuncung dari depan. (mobil antik berwarna hijau yang terparkir menjadi ornamen yang sangat bagus) 😀

13534253_261869537510260_1554020032_n

 

 

Advertisements